Do’a Iftitah – Bahasa Arab dan artinya | do'a Iftitah

Posted on 04. Sep, 2011 by in Rohani

Do’a Iftitah – Bahasa Arab dan artinya

Bacaan Doa iftitah – Jika kita melakukan sholat fardu maupun shalat sunnah, setelah takbiratul ikhram maka kita membaca doa, doa tersebut adalah doa iftitah. Dengan kata lain doa iftitah ialah doa yang dibaca pertama kali setelah takbiratul ikhram di rakaat pertama didalam shalat.

Bacaan doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah Saw bermacam-macam, dalam doa iftitah Nabi Saw mengucapkan pujian, sanjungan, dan kelimat keagungan untuk Allah. Doa iftitah dipaerintahkan oleh Rasulullah sebagaimana dalam hadits :

“Tidak sempurna shalat seseorang sebelum dia bertakbir, memuji Allah ‘azza wa jalla, menyanjungnya, dan membaca ayat-ayat Al-Quran yang dihafalnya…”. (H.R Abu dawud dan Hakim)

Bacaan do’a Iftitah

Dan dibawah ini merupakan bacaan doa iftitah secara umum, yang sering dibaca oleh mayoritas orang muslim.

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. أِنِّ وَجَّهْةُ وَجْهِيَ ِللذِيْ فَطَرَالسَّمَوَاتِ وَاْلآَرْضَ حَنِيِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمْحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allahu Akbaru kabira walhamdu lillahi kathira wasubhanallahhi bukratau waasila. Inni Wajjahtu wajhia lillazi fataras sama wati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin. Inna solati wanusuki wamahyaya wammamati lillahi rabbil’alamin. La syarikalahu wabiza lika umirtu wa ana minal muslimin.

Do’a Iftitah – Artinya

Artinya:
Allah Maha Besar sebesar-besarnya. Dan puji-pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah siang dan malam. Kuhadapkan mukaku, kepada yang menjadikan langit dan bumi, aku cenderung lagi berserah kepada Allah dan bukanlah aku dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku kuserahkan hanya pada Allah tuhan seru sekelian alam. Sekali-kali tidaklah aku menyekutukanNya . Dan dengan demikian aku ditugaskan, dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim (Islam).

Sumber : duniabaca.com/bacaan do’a Iftitah

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Incoming search terms:

doa iftitah arab,doa iftitah dan artinya,tulisan arab doa iftitah,do\a iftitah dan artinya,doa iftitah dalam bahasa arab,doa iftitah beserta artinya,doa iftitah,doa iftitah bahasa arab,bacaan doa iftitah,yhs-0001,doa iftitah tulisan arab,bacaan iftitah dan terjemahan,doa iftitah arab dan artinya,doa iftitah arabic,doa iftitah dengan tulisan arab,bacaan doa iftitah dan terjemahan,Iftitah artinya,do\a iftitah beserta artinya,macam macam doa beserta huruf arab nya,tulisan arab doa iftitah dalam shalat

Tags: , , , , , , , , ,

Trackbacks/Pingbacks

  1. Mengapa Manusia Menangis ? Ada Apa di Balik Air Matanya - 17. Oct, 2011

    [...] Mengapa manusia menangis. Air mata sangat ampuh untuk menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya. Sebagai sarana mengekspresikan emosi, tetesan air mata mengkomunikasikan sejumput pesan dengan makna-makna tertentu. Ia mengekspresikan suasana hati yang terdalam, entah sedih, gembira, takut, atau sakit. Sehingga nilai air mata begitu istimewa, khusus, serta berkesan. Bukankah hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi? Maka jangan heran, jika air mata bisa meluluhkan hati yang keras, serta menaklukkan sesuatu yang tidak bisa ditaklukkan dengan pedang. [...]

  2. Hari Raya Qurban - Makna Hari Raya Qurban Atau Idul Adha - 23. Oct, 2011

    [...] Hari Raya Qurban. Di masa Nabi Ibrahim AS, Allah memerintahkan kepada beliau untuk mengurbankan anaknya terkasih Ismail AS. Tanpa ragu, dan setelah mendapat persetujuan langsung dari Ismail AS, prosesi qurban dilaksanakan. Saat pedang yang sangat tajam telah diletakkan di tenggorokan Ismail dan prosesi qurban akan dimulai, Allah SWT menggantinya seketika dengan seekor hewan qurban yang gemuk. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, lulus dari ujian cinta dan keterikatan duniawi. Cinta kepada Allah, ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT diletakkan segalanya di atas cinta kepada apa pun dan siapa pun juga di dunia ini. Allah SWT menjadi muara awal dan akhir kehidupan. Ini menjadi salah satu hikmah dari peristiwa ini. [...]

Leave a Reply

*